Startegy Bisnis Batik Adifta

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta | Kita semuanya niscaya mengetahui batik. Batik ialah satu diantara product fashion orisinil buatan Indonesia. Mempunyai motif yang bermacam serta nilai seni yang tinggi bikin batik Indonesia di kenal hingga ke mancanegara.

Bersamaan dengan perubahan jaman, perjuangan penjualan batik juga selalu alami penambahan. Satu diantaranya dihadapi oleh Dina Rosdiana (27), satu diantara yang mempunyai perjuangan batik khas Cirebon, Jawa Barat, Batik Adifta.

Dina bercerita apabila ia serta sang kakak, Efi Utayati (41) yaitu generasi ketiga yang meneruskan perjuangan Batik Adifta. Usaha ini digerakkan dengan cara kekeluargaan serta turun alami penurunan.

“Ini bergotong-royong perjuangan keluarga, turun temurun dari nenek saya. Saya serta abang saya yaitu generasi ketiga setelah bapak saya. Kaprikornus dari tidak besar kami tuh telah punya kebiasaan serta begitu mengetahui batik, ” ungkap Dina

Mulai semenjak tidak besar Dina serta Efi telah dididik serta diajari bagaimana langkahnya bikin batik catat khas Cirebon dari ke-2 orangtua mereka. Menurut Dina, bikin batik khas Cirebon cukup susah terlebih waktu pilih motif serta warna.

“Batik Cirebon itu khasnya yaitu berani bermain warna. Terkecuali variasi, warnanya juga begitu menonjol serta jelas. Lebih warna-warni dibanding dengan batik kota-kota lain yang warnanya itu lebih gelap, santai serta teduh. Bila batik Cirebon cendrung lebih jelas, ” katanya.

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta Lantaran meneruskan perjuangan keluarga, Dina mengaku apabila ia berbeda sekali keluarkan modal untuk mengawali perjuangan ini. Walau tanpa ada modal, malah hal semacam itu jadi tantangan untuk Dina. Terlebih orang tuanya sudah berhasil mengenalkan Batik Adifta ke semua Indonesia.

“Kalau untuk generasi ketiga ini mampu disebut kami tanpa ada modal karena kami meneruskan perjuangan bapak saya. Awalannya kita jualin dahulu yang miliki bapak selalu hasil penjualan itu kita menimbulkan modal, ” ucapnya.

Jual Batik Catat Handmade Bernilai Jutaan Rupiah
Product Batik Adifta yang paling di kenal karena mempunyai ciri khas unik yaitu batik catat. Menurut satu diantara yang mempunyai usaha, Dina Rosdiana, batik catat ini di buat segera oleh beberapa pembatik lokal asal Cirebon, Jawa Barat. Lantaran 100% di buat dengan tangan, harga yang di bandrol batik catat Batik Adifta juga cukup mahal, dari beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah.

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

“Kalau batik catat itu diawali dari Rp 600 ribu hingga diatas Rp 2 juta, ” tuturnya.

Terkecuali di buat dari tangan beberapa pembatik, mahalnya harga batik catat dikarenakan struktur batik yang dihasilkan begitu halus. Hal semacam itu berlangsung karena ketika sistem pembuatan batik dengan menggunakan canting dikerjakan dengan cukup hati-hati. Kaprikornus tak heran sistem pembuatan batik catat membutuhkan ketika yang cukup lama.

“Perbedaan itu dari pelaksanaan hingga kehalusan motif. Batik catat itu kan ditangani satu per satu dengan menggunakan canting. Pelaksanaannya mengonsumsi ketika berbulan-bulan, ada pula yang hingga tujuh bln., ” tuturnya.

Walau bernilai mahal, peminat batik catat Batik Adifta cukup banyak. Tetapi konsumen paling besar masihlah didominasi dari orang-orang yang ada di Pulau Jawa.

“Banyak terlebih dari Pulau Jawa. Yang paling banyak beli batik kami itu dari Semarang karena warga Semarang itu begitu menyukai batik, ” imbuhnya.

Terkecuali jual batik type catat, Dina juga sediakan batik type cap. Tidak sama dengan batik catat, harga jual batik cap di bandrol lebih murah karena teksturnya lebih bergairah serta cukup praktis waktu sistem membuatnya.

“Kalau batik cap harga nya dari kisaran Rp 85 ribu hingga Rp 225 ribu, ” tukasnya.

Jualan Dari Pameran Lokal Sampai Ditawari Turut Pameran Internasional
Beragam tehnik penjualan dikerjakan Dina Rosdiana (yang mempunyai perjuangan Batik Adifta) biar usahanya mampu tumbuh serta berkembang di dalam ketatnya persaingan pesar batik didalam negeri. Awal pertama kalinya perjuangan ini dirintis di th. 1972, tehnik penjualan yang dikerjakan yaitu dari lisan ke mulut.

Startegy Bisnis Batik Adifta Bersaudara Mampu Tembus Omzet Ratusan Juta 2

Kemudian, Batik Adifta coba bikin satu galeri Istimewa penjualan Batik Adifta di Jalan Kebagusan No. 132, Cirebon, Jawa Barat. Lalu langkah lain yang ditempuh yaitu dengan jual lewat sosial media mirip Facebook serta Instagram.

“Kita ikuti perubahan jaman, terlebih kita hidup di jaman digital yang serba mutakhir. Kami juga pasarkan lewat sosial media, ” katanya.

Terkecuali ketiga cara itu, Dina juga teratur ikuti pameran di beberapa kota. Dengan ikuti pameran dikira Dina sebagai langkah ampuh mengenalkan Batik Adifta serta menggenjot penjualan product.

“Kita juga ikuti bermacam-macam pameran sebagai promosi, ” imbuhnya.

Dari bermacam-macam pameran yang diikuti, Batik Adifta sering dilirik oleh beberapa perusahaan BUMN serta tawarkan sarana keikutsertaan di sebagian pameran internasional dengan cara gratis pada Batik Adifta. Hal semacam ini niscaya tak disia-siakan oleh Dina.

“Kita sekian kali ikuti seleksi hingga akhirya kita dipilih mewakili Indonesia serta sebagian kota yang lain untuk ikuti pameran di Eropa. Semuanya cost dijamin BUMN, kita hanya bawa diri serta barang saja, ” katanya.

Baca juga : bisnis-keroyokan-buat-dompet-untuk-pasar-luar-negri/

Dina sekurang-kurangnya sudah ikuti bermacam-macam pameran fashion tingkat internasional terlebih di Eropa mirip Belgia, Jerman, Belanda, Swiss serta Prancis. Hal faktual yang dihadapi Dina waktu ikuti pameran internasional itu yaitu terbukanya kesempatan pasar ekspor.

“Warga ajaib makin tahu Indonesia serta mereka malah tertarik dengan yang Indonesia punyai terlebih batik, pastinya mereka ketahui kami, ” tuturnya.

Bukan sekedar itu, Dina juga sering disuruh menyuplai batik bikinannya ke sebagian Kedutaan Tidak kecil Republik Indonesia (KBRI) diluar negeri. Batik buatan Dina umumnya di jual kembali waktu perayaan hari tidak kecil atau hari-hari spesifik di semasing KBRI.

“Merasa gembira tentu karena dari sebagian kota di Indonesia kami yang terilih. Bukan sekedar mewakili Kota Cirebon, tetapi juga mewakili Indonesia di kancah dunia, ” cetusnya.

Akhirnya cukup positif. Dengan bermacam-macam kiat pemasaran yang dikerjakan, Dina mampu memperoleh omzet rata-rata Rp 100 juta/bln..

“Satu bln. lebih kurang Rp 100 jutaan, itu hasil penjualan dari pameran, ritel serta on-line shop, ” sebutnya.

Tips Bisnis Batik Adifta Tak Praktis Menyerah serta Ulet
Jual serta pasarkan batik tidaklah hal yang praktis dikerjakan. Dibutuhkan keuletan serta modal tidak praktis mengalah terlebih ketika ekonomi lesu serta harapan yang alami penurunan mirip kini ini.

“Namanya juga jualan tentu terkadang ramai terkadang sepi. Bila sepi itu yang bikin kami sedih, ” katanya.

Lalu diharapkan juga kesabaran terlebih waktu menunjukan pada pelanggan product batik apa sajakah yang ada serta di jual di Batik Adifta.

“Kita juga kadang kala terasa kesal denga customer yang begitu cerewet serta detail nanya kain batik kami namun ujung-ujungnya mereka tak beli, ” tuturnya.

Lantas kesusahan yang lain yaitu pilih motif. Motif batik yang digunakan kini ini mesti melukiskan kesan unik serta kuno dan mengandung makna keindahan serta keluhuran kehidupan. Apabila hal semacam ini tak dikerjakan, jadi batik yang Anda produksi akan tidak laku di jual di market.

“Meskipun kami menggunakan langkah serta resep pembuatan batik dari nenek moyang namun tetap harus ada bedanya. Batik buatan orangtua kami semakin bagus, bapak kami telah tidak ada serta ketika ini tinggal cuma ibu saja. Walau demikian ibu telah tak terjun lagi dalam perjuangan batik ini, ” tuturnya.

Walau sekian, Dina mengakui gembira dianya ingin terjun lebih dalam untuk mengelola perjuangan batik. Ia optimis perjuangan batik didalam negeri akan selalu berkembang. Oleh jadinya penemuan motif batik serta penentuan warna serta materi kain bakal ia kedepankan biar Batik Adifta tetaplah di kenal orang-orang.

About the Author: Lyalvy

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *