Sukses Bisnis Jasa Desain Interior

Ialah Clerissa Jusuf dan Nathania Yemima, dua wirausahawan perempuan yang berhasil membangun bisnis jasa desain interior. Tak tanggung-tanggung, omset yang mereka mampu dalam setahun mencapai Rp 1 miliar.

Keduanya memulai bisnis menggiurkan tersebut pada tahun 2010 lalu. Bercita-cita menjadi pengusaha, Clerissa dan Nathania menentukan keluar dari kerja kantoran dan menggeluti perjuangan berdikari sesuai passion. Bagi mereka, bisnis jasa desain interior sangat menyenangkan alasannya mampu menjadi ruang apresiasi dan wangsit mereka dalam menata ruang.

“Awal 2010 mulai bangkit bisnis ini, alasannya selama ini desain interior hanya bergaya minimalis dengan warna klasik itu menciptakan konsumen bosan, maka kita bikin bisnis dengan konsep minimalis penuh warna,” kata Clerissa “

Modal dan Keahlian Untuk Memulai Bisnis Jasa Interior Design
Namun ketika memulai bisnis tersebut, lanjut Clerissa, ia dan sahabatnya Nathania mengeluarkan modal yang tak sedikit, yaitu sebesar Rp 100 juta. Uang tersebut didapatkan keduanya dari tabungan pribadi. “Modal Rp 100 juta kami mampu berjalan, modalnya kami patungan dari dana sendiri, hasil kerja selama ini,” tuturnya.

Menggunakan modal yang cukup besar itu, keduanya merintis bisnis jasa desain interior dengan semangat dan perjuangan keras. Dua desainer lulusan Universitas Tarumanegara tersebut dikenal dengan gaya minimalis yang penuh warna. Dengan perjuangan pantang menyerah, tak butuh waktu usang bagi keduanya menjajaki bisnis dan dikenal banyak orang.

Saat ini klien mereka ada di aneka macam kota di tanah air. Lebih dari itu, mereka juga mendapatkan proyek dari aneka macam pihak. Tak hanya rumahan, namun juga perkantoran, gedung, bangunan perjuangan hingga hotel. Tak heran jikalau kemudian omset yang didapatkan pun sangat fantastis. “Setahun mampu Rp 1 miliar,” tutur Clerissa.

Bisnis Design Sempat Mengalami Kendala
Hingga sukses membangun bisnis desain interior mirip sekarang, Clerissa dan Nathania menjalani proses yang tidak mudah. Mereka mengalami pasang surut dan tantangan bisnis yang beragam. Ada pula hambatan yang sempat menciptakan keduanya pusing bukan kepalang, yaitu pengelolaan sumber daya manusia.

Clerissa menuturkan, ia dan sahabatnya sempat terhambat dari sisi SDM. Keduanya sangat kesulitan mencari tenaga mahir dan tenaga berbasic desain interior atau jasa arsitek di jakarta . Kendala ini pun terus dirasakannya hingga risikonya diputuskan untuk memisahkan setiap pekerja di bidang yang berbeda.

“Soal SDM kadang kendalanya, untuk itu kami pisahkan mulai dari tukang, SDM Produksi hingga orang lapangannya. Kami memerlukan tenaga yang cukup mahir dan paham soal desain,” terangnya.

Promosi dari Mulut ke Mulut dan Digital Marketing
Clerissa membocorkan diam-diam dibalik kekuatan bisnisnya hingga besar dan maju. Salah satunya yaitu taktik marketing yang jitu. Menurutnya, bisnis jasa desain interior haruslah melaksanakan pemasaran perjuangan dengan cara promosi. Dengannya perjuangan mampu bertahan di tengah tingginya persaingan di bidang bisnis tersebut.

Strategi marketing, kata Clerissa, sangat efektif jikalau dilakukan dari verbal ke mulut. Internet merupakan salah satu media promosi yang sangat sayang jikalau tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Promosi dari verbal ke verbal ini akan efektif. Internet mampu memperluas berita mengenai produk yang ditawarkan secara lebih efektif. Sehingga ribuan hingga jutaan pelanggan akan terdorong untuk melihat iklan kita, di mana sebagian dari pengunjung tersebut akan terkonversi menjadi pembeli,” tuturnya.

Selain promosi, taktik marketing lain untuk bisnis jasa interior yaitu dengan membangun jaringan dan relasi. Butuh banyak kenalan untuk menyebarkan bisnis jasa. Tanpa adanya jaringan, bisnis akan sulit berkembang. Mengikuti aneka macam bazar desain interior merupakan salah satu cara menyebarkan jaringan tersebut.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *