Pecah Laba dari Bisnis Telur Organik

Pecah Laba dari Bisnis Telur Organik

Meleknya masyarakat akan hidup sehat berdampak positif pada bisnis pangan organik. Tak hanya sayur, buah dan beras organik, bisnis telur organik pun menjanjikan keuntungan yang menguntungkan. Omset puluhan juta setiap bulan sanggup diraih dari perjuangan pangan sehat tersebut.

Telur organik mulai diminati masyarakat alasannya yaitu lebih sarat kandungan gizi dibanding telur biasa. Selain kandungan protein yang lebih tinggi, telur organik juga mengandung mineral, lemak, vitamin dan phytonutrients yang diyakini sanggup menghambat pertumbuhan sel kanker.

Secara fisik, telur organik nampak berbeda dibanding telur pada umumnya. Warna kuning telur yang lebih jelas jingga dan putih telur yang lebih kental menjadi ciri utama telur organik. Keunggulan lain, telur organik sanggup dikonsumsi para alergen dan sangat baik dikonsumsi anak-anak.

Dari keunggulan yang banyak itulah kemudian masyarakat lebih menentukan telur organik untuk dikonsumsi. Seiring undangan yang tinggi, bisnis telur organik pun makin diminati. Putra Perkasa Farm merupakan salah satu industri peternakan yang melihat peluang perjuangan tersebut.

Menurut Pengurus Putra Perkasa Farm, Aeng, setiap tahun jumlah peminat telur organik terus bertambah. Bahkan peminatnya tak hanya tiba dari masyarakat kota besar namun juga kota-kota kecil. Untuk memasarkannya, telur organik dikemas per pak berisi enam butir. Setiap hari, Aeng bisa menjual sedikitnya 100 pak telur organik dengan harga Rp 16 ribu setiap paknya. Maka dalam sebulan, Aeng bisa mengantongi omset sedikitnya Rp 48 juta.

Sebagian besar telur organik yang dihasilkan Putra Perkasa Farm disalurkan ke supermarket dan minimarket. Peternakan tersebut bisa menghasilkan satu kuintal telur organik dalam sekali panen. Kualitas, kata Aeng, yaitu hal yang paling utama dalam bisnis telur organik. “Kalau hingga menurun kualitasnya, niscaya pelanggan pribadi beralih,” tuturnya dikutip dari laman Kontan.

Dihasilkan dari Ayam Organik
Untuk menghasilkan telur organik, maka diharapkan induk ayam organik pula. Artinya, materi pangan ternak yang diberikan pun juga harus organik. Hal inilah yang berdasarkan Aeng menjadi tantangan sekaligus kesulitan tersendiri dalam membangun bisnis pangan organik.

Merintis semenjak lima tahun lalu, Aeng memuka lahan ternak ayam organik di daerah Gunung Sindur, Bogor. Ia mendapat inspirasi bisnis telur organik ketika maraknya sayuran organik di tanah air. Namun ternyata dalam perjalanan bisnisnya, ia sempat mengalami kesulitan dalam mencari pakan ayam organik termasuk vitamin yang diberikan pada ternak.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam organik, Aeng pun mau tak mau harus memesan dari luar negeri. Mengingat pakan ayam organik lokal amat sangat sulit dijumpai. “Salah satu materi adonan pakan masih harus diimpor, ini yang agak sulit,” tuturnya.

Kewalahan Menerima Pesanan
Di awal usaha, Aeng mengaku tak banyak kesulitan dalam melaksanakan marketing telur organik. Bahkan produknya masih dicari pembeli meski tengah mengalami penurunan kualitas ataupun kehabisan stok hingga tak memenuhi pesanan.

Namun dikala ini, berdasarkan Aeng, perjuangan telur organik makin ramai dilakukan para pelaku usaha. Karena itulah ia harus melaksanakan taktik marketing dengan selalu menjaga kualitas dan tak boleh kehabisan stok telur.

Padahal di dikala merintis bisnis, Aeng sempat kesulitan melaksanakan pengenalan telur organik pada konsumen. Kala itu telur organik belum familiar di indera pendengaran masyarakat.

Demi membesarkan produknya, Aeng pun ulet membagikan brosur serta sampel telur baik yang mentah ataupun matang. Mengedukasi pasar, itulah taktik marketing yang pertama kali dilakukan Aeng hingga telur organik dikenal masyarakat.

Saat ini bisnis telur organik Putra Perkasa Farm berkembang sangat pesat. Aeng bahkan kewalahan mendapatkan pesanan telur organik meski telah memproduksi kwintalan telur setiap panennya. Namun demi menjaga kualitas, Aeng lebih menentukan menolak pesanan gres ketimbang rakus mencari keuntungan yang lebih besar namun kualitas menurun.

Karena alasan yang sama pula, Aeng belum berani memperluas jangkauan pasar. Meski demikian, produk telur organiknya telah berhasil masuk pasar modern.

Yakni sebesar 98 persen produk telur organiknya merupakan pesanan dari supermarket. Adapun sisa 2 persen lainnya tiba dari pengecer. Melihat prospek perjuangan Aeng, ternyata diketahui bisnis telur organik sangatlah menjanjikan, bahkan hingga di tahun-tahun mendatang.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *