BANGKIT DARI BANGKRUT, ALUMNI YEA 22 INI DAPAT MERAIH OMSET PULUHAN JUTA, HANYA BERMODALKAN 200RIBU RUPIAH..??

BANGKIT DARI BANGKRUT, ALUMNI YEA 22 INI DAPAT MERAIH OMSET PULUHAN JUTA, HANYA BERMODALKAN 200RIBU RUPIAH..??

Bangkit Dari Bangkrut, Alumni Yea 22 Ini Dapat Meraih Omset Puluhan Juta, Hanya Bermodalkan 200ribu Rupiah..??

“Omset puluhan juta rupiah/bulannya kini, berawal dari kebangkrutan 2 tahun silam.”

Breakday Snack justru muncul sebagai produk bintang bagi laki-laki yang genap berusia 25 tahun ketika ini. Snack yang terbuat dari kudapan manis sus kering berisikan cokelat aneka rasa tersebut, banyak digemari oleh aneka macam kalangan.

Adalah Ikhtiary Gilang yang lahir pada tanggal 7 Juli 1991, sebagai owner-nya tidak menyangka Breakday akan menjadi bisnis yang ia tekuni. Karena semula ia hanya berniat menjadikannya sebagai ‘sapi perah’ untuk bisnis kulinernya yang sedang membutuhkan asupan dana.

Pria kelahiran Bekasi ini, memang sudah hobi berdagang semenjak SMA. Namun sebelum ia melanjutkan ke YEA, ia harus menuntaskan pendidikannya di universitas dulu sebagai undangan orang tuanya.

Di YEA, Gilang pernah meraih juara dalam kompetisi EPC online YEA batch 22. Saat itu ia berguru untuk meng-affiliate-kan salah satu produk, dan berhasil meraih omset tertinggi.

Gambaran bisnis kedepannya sudah Gilang rancang sedari project Home Business di YEA. Ia bercita-cita untuk menciptakan bisnis kuliner, yaitu Bakso dengan differensiasi kuah yang mampu dibentuk aneka rasa. Hal tersebut eksklusif ia wujudkan tak usang sehabis lulus dari YEA. Ia menyampaikan bahwa membangun bisnis harus disegerakan biar momentumnya tidak hilang.

Baik gerobak maupun ruko sudah pernah ia coba untuk bisnis baksonya, namun beberapa bulan kemudian tutup sebab kehabisan dana operasional.

Tak gentar dan tak habis akal, ia pun mencari ide untuk menciptakan produk lain sebagai ‘sapi perah’. Diperkenalkan sus kering isi cokelat oleh sahabat dekatnya, ia menetapkan untuk menciptakan sus tersebut sebagai produk sapi perah. Bermodalkan 200ribu rupiah, sisa dari dana operasional baksonya, Breakday Snack tercipta.

Bisnis modelnya cukup sederhana, yaitu hanya membeli sus kering dari supplier, kemudian diberi rasa dan dikemas oleh Gilang beserta tim, kemudian dipasarkan secara online.

Pemasaran yang cukup unik dilakukan oleh Gilang, yaitu meminta teman-teman Sekolah Menengah Pertama yang terkenal untuk mem-posting Breakday secara berurutan dari hari ke hari di sosmednya masing-masing, tanpa memberitahukan bahwa Gilang yaitu ownernya. Selain menciptakan viral, ia ingin mengetahui apakah angka repeat order-nya manis atau tidak.

Karena hasil penjualan yang terus meningkat dan mulai stabil, Gilang menetapkan untuk fokus membangun Breakday bersama timnya ketika ini, dan menyuntik mati bisnis baksonya. Ia menyadari bahwa dirinya memang lebih sempurna bergerak di bisnis yang simple, bukan di bidang produksi.

Banyak kompetitor bermunculan, memacu Gilang untuk terus berinovasi. Salah satunya yaitu menekankan positioning Breakday sebagai snack-nya para traveller. Hal tersebut akan diwujudkan dalam bentuk kerjasama Breakday dengan PT KAI pada bulan Maret 2017 ini, dengan menyediakan beberapa stand di stasiun.

Kini, 3500 pcs Breakday telah terjual tiap bulannya. Dan impian Gilang kedepannya untuk Breakday yaitu mampu memberi pekerjaan untuk 10ribu karyawan.

Semoga mampu terwujud dan memberi ide bagi kita semua..

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *