5 Cara Menjadi Pendengar yang Baik untuk Karyawan Anda

5 Cara Menjadi Pendengar yang Baik untuk Karyawan Anda

Luangkan Waktu untuk Mengobrol

Berkomunikasi via email, teks atau telepon tidak terlalu efektif. Anda perlu menyempatkan diri untuk bertemu eksklusif dengan karyawan Anda.

Saat mengobrol, fokuskan perhatian Anda pada mereka. Anda mampu duduk di sebelah mereka supaya diskusi menjadi lebih nyaman.

Biarkan mereka membicarakan apapun, baik itu ide, pendapat, maupun kekhawatiran mereka. Anda perlu mendengarkan semuanya secara utuh supaya mampu memahami maksud dan permasalahan mereka.

Tunjukkan Keseriusan Saat Mendengarkan

Menjadi pendengar yang baik bukan berarti Anda hanya membisu saja. Saat Anda tidak memahami apa yang disampaikan karyawan, tanggapi percakapannya dengan memperlihatkan masukan atau mengajukan pertanyaan terbuka.

Ingat, hindari memotong pembicaraan supaya mereka mampu lebih leluasa. Lalu jagalah kontak mata dan lakukan pendekatan untuk memperlihatkan bahwa Anda serius untuk terus mendengarkannya.

Aktif Menanyakan Pendapat Karyawan

Tidak semua karyawan itu proaktif. Ada yang cenderung pasif alasannya adalah sifatnya yang pendiam ataupun takut dengan Anda.

Makanya, Anda juga perlu aktif bertanya kepada karyawan, terutama mereka yang cenderung introver. Mungkin saja karyawan tersebut menentukan membisu alasannya adalah merasa tidak ada yang mau mendengarkan pendapatnya.

Menghargai Masukan dari Karyawan

Saat Anda membiarkan karyawan berbicara, niscaya tidak semua hal yang disampaikan mampu Anda terima begitu saja. Namun, Anda perlu menghargai kejujuran dan keberanian karyawan.

Tunjukkan sikap itu dengan cara tidak menginterupsi atau eksklusif mengkritisi. Biarkan mereka memperlihatkan argumen dan kritik tanpa penghakiman.

Namun, bukan berarti Anda dihentikan merespons. Anda mampu memberikan argumen, tapi kendalikan ego Anda supaya proses diskusi mampu berjalan dengan baik dan Anda tidak merasa ingin menang sendiri.

Peka Terhadap Kondisi Karyawan

Tentu Anda tidak akan mengawasi karyawan setiap menit. Anda juga punya kesibukan sendiri dan mungkin ruangan kerja Anda berbeda dengan yang lain.

Namun, Anda perlu berguru peka dan peduli terhadap kondisi karyawan. Saat Anda memperhatikan mereka, lihatlah apakah ada perubahan sikap pada mereka.

Misalnya, ada seorang karyawan yang terlihat murung. Coba dekati dan tanyakan permasalahannya. Mungkin ia sedang sakit atau sedang ada duduk perkara keluarga.

Dengan memperlihatkan tenggang rasa Anda, karyawan akan semakin respek terhadap Anda. Hal ini juga akan membangun kekerabatan kerja yang semakin erat.

Nah, itulah cara pemimpin supaya mampu menjadi pendengar yang baik. Semoga Anda mampu menerapkannya di lingkungan bisnis Anda untuk memperlihatkan kepedulian dan rasa penghargaan terhadap karyawan.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *