3 Pengusaha Makanan Ringan Ini Sukses

3 Pengusaha Makanan Ringan Ini Sukses

Ida Widyastuti Sidoarjo, Bisnis Camilan

Ditinggal meningggal ibu semenjak kecil dan hidup sebagai orang miskin, menciptakan Mekasrsari ida widyastuti harus siap dengan pahitnya hidup. Saat SMP, sang nenek juga meninggal, lengkaplah kepahitan hidup perempuan yang lahir di demak ini.

Mengerti bahwa ia harus tetap hidup, Ida hanya punya satu pilihan : Kerja Keras.

Selepas Sekolah Menengan Atas Ida muda ingin kuliah namun terbentur biaya. Gadis kelahiran 1974 ini alhasil bekerja di perusahaan jepang di Batam. Mengerti gajinya sedikit, Ida memutar otak. Ia lantas berjualan di erat toilet perusahaan ketika jam istirahat.

Mengawali Bisnis
Setelah menikah dengan Pak Haris, Bu Ida kemudian pindah ke surabaya untuk berjualan emping mlinjo. Ia berjalan sendiri, keluar dan masuk toko lain untuk menunjukkan emping mlinjonya. Hasilnya : tidak bagus.

Tidak menyerah, Bu ida menetapkan untuk menjual sncaknya dengan harga yang lebih murah. Ternyata, wow hasilnya meningkat.

Bu Ida dan suami alhasil menciptakan toko snack mekarsari. Suami dia pun alhasil resign dari perusahaan otomotif terkemuka.

Memang berat resign dari perusahaan bonafit, tapi Pak Haris tetap melakukannya alasannya ialah dia yakin akan perjuangan snck khas jawa timuran ini.

Membantu 50 UKM
Bu ida dan suami masuk ke pelosok jawa timur untuk mencari UKM cemilan yang belum tersentuh maksimal. Beliau berdua mendampingi mereka biar menciptakan produk layak jual. Tidak hanya mendampingi, bu Ida dan suami juga memberi pemberian modal.

Edi Hartono Pemilik Kue Cubit Eropa

Berawal dari impian untuk menaikkan kelas masakan tradisional, Edi Hartono dan melani safitri menciptakan kudapan manis cubit gaya baru.

Tak tanggung – tanggung. Kue cubit eropa ini punya 8 varian. Yaitu : red velvet, Italian bubble gum,, royal cappucino, great taro,original, chocolate lover, black forest, dan green tea crush. Padahal aslinya kudapan manis cubit hanya punya 2 rasa, yakni rasa original dan rasa meses coklat.

Inovasi

8 variasi kudapan manis cubit tadi ialah penemuan paling baik yang dilakukan edi. Selain itu ia juga menciptakan aneka macam macam toping. Rasa dan teksur yang berbeda menciptakan kudapan manis cubit bikinan edi ini tidak lagi mirip kudapan manis cubit biasa. Ia mirip masakan khas eropa.

Warna Menarik, Booth Bagus, Bisa Franchise

Booth yang anggun ialah ciri khas kudapan manis cubit eropa. Warnanya yang sangat colorful memang menciptakan booth ini terlihat mencolok dan menciptakan perut pengunjung datang -tiba lapar dan ingin mencoba jajanan unik satu ini.

Setelah terkenal, alhasil banyak orang yang menanyakan kemitraan atau franchise dari kudapan manis cubit ini. Edi pun tak menyi nyiakan kesempatan ini. Terakhir di konfirmasi, Edie sudah memiliki 53 franchisee, mulai dari anak muda, mahasiswa, bahkan hingga ibu -ibu.

Joko Mogoginta, Pemilik Merek Taro

Saya sengaja memasukkan Pak Joko Mogoginta di sini. Jika 5 bisnis pertama tadi ialah mereka yang mengawali bisnis dari nol dan alhasil sukses. Lalu apa yang akan anda lakukan jikalau sudah sukses?

Tidur dan berlibur?

Ingat, jikalau anda tidur terlalu lama, kompetitor sedang bangkit dan bersiap menciptakan produk yang lebih baru, lebih eye catching, dan murah plus enak.

Saatnya kita mencar ilmu dari Pak Joko Mogoginta.

Awal bisnis.

Mendapat warisan bisnis dari ayahnya, perusahaan mie bihun sederhana di sukoharjo Jawa tengah, Pak Mogoginta tak lantas berdiam diri. Ia banyak melaksanakan gebrakan di bidangnya.

Pada tahun 1992, perusahaannya ialah bisnis keluarga yang hanya punya 25 karyawan. Lalu ia melaksanakan langkah fenomenal :

Memproduksi 30.000 ton bihun dalam waktu setahun
Awalnya ia menciptakan bihun kering sesuai hasil pelajarannya ketika kuliah, kemudian ia mengikuti seruan pasar, meskipun tidak sesuai dengan ilmu akademisnya.
Mendirikan PT TPS(tiga pilar sejahtera)
mendirikan 2 pabrik gres di sragen dan karanganyar. Pabrik di sragen berluas 25 hektar dan merupakan pabrik terpadu.
Membuat good system, jabatan di dalam perusahaan harus diisi orang profesional, bukan nepotisme keluarga.
Go Public pada tahun 2002
Mengakuisisi berbgai perusahaan, yaitu :
PT Asia Intiselera pada tahun 2000
PT Poly Meditra Indonesia pada tahun 2008
PT Bumi Raya Investindo (kelapa Sawit di kalimantan) tahun 2010
PT Dunia Pangan (beras) tahun 2010
PT Alam Mamur (beras) tahun 2011
Merk Taro dan kemudahan produksinya dari PT Unilever Indonesia.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *