3 Hal yang Tidak Pernah Disangka dalam Bisnis Franchise

3 Hal yang Tidak Pernah Disangka dalam Bisnis Franchise

Salah satu cara untuk mencapai kesuksesan dalam waktu singkat yaitu franchise. Tapi apakah benar dengan membeli franchise kesuksesan akan lebih gampang dicapai?

Seringnya keputusan sebelum membeli suatu franchise selalu diawali oleh tujuan, impian, dan mimpi dari calon pembeli franchise. Ada yang memimpikan mempunyai restaurant dan salon, ada yang memimpikan mempunyai pasif income, ada yang memimpikan untuk dianggap sebagai pengusaha dan seterusnya. \

Yang berbahaya yaitu bila ‘impian’ tersebut dimanfaatkan oleh penjual-penjual franchise yang akan dengan mudahnya memikat calon franchisee (pembeli franchise).

MLM vs Franchise

10 dari 10 orang mungkin akan berkata bahwa MLM dan franchise yaitu hal yang berbeda. Tapi benarkah itu? Secara business model-nya, franchise dan MLM memang sangat berbeda. Namun nyatanya ketika ini mulai banyak pelaku perjuangan franchise yang menggunakan metode MLM untuk menerima calon franchisee-nya (pembeli franchise).

Dalam perjuangan MLM, taktik yang paling sering di lakukan untuk memikat client-nya yaitu dengan menyerang ‘mimpi’ si calon client tersebut. Mimpi untuk mampu mempunyai kendaraan beroda empat sport dalam waktu singkat, mimpi mempunyai pasif income yang besar, maupun mimpi menjadi financial freedom.

Di sini yang saya tekankan yaitu bukan berarti mempunyai mimpi itu hal yang jahat, yang jahat yaitu ketika orang dengan kepentingan ‘tertentu’ menggunakan mimpi client-nya untuk menjual product-nya. Hal ini lah yang ketika ini banyak di gunakan oleh penjual franchise untuk menjual productnya.

Mereka akan menjanjikan mempunyai pasif income tanpa harus bekerja keras dengan membeli franchise, menjanjikan omset tertentu yang bahwasanya tidak sesuai, menjanjikan laba tertentu yang dilebih-lebihkan, menjanjikan franchisee mampu membeli/mencicil rumah/mobil sendiri dalam beberapa bulan. Namun sehabis terjadi penandatanganan perjanjian, tidak lagi terlihat support yang dijanjikan diawal.

Murah atau tidak murah?

Ada yang menjual franchise 50 juta ada yg menjual 250 juta. Manakah yang lebih murah?

Tentu hal ini tidak mampu dijawab hanya melalui angka di atas. 9 dari 10 orang akan beranggapan bahwa 50 juta tentu lebih murah dibanding dengan 250 juta, namun untuk hal franchise, berbeda!

Saat Anda menetapkan untuk membeli franchise, ini bukanlah keputusan perdagangan yang sekali transaksi saja, namun mulainya jalinan kerjasama dalam waktu (biasanya) 5 tahun. Murah atau mahalnya harga franchise akan di tentukan dalam 5 tahun tersebut.

Contohnya franchise seharga 50 juta mewajibkan untuk membeli segala kebutuhan 80% dari materi pokok melalui pusat, sedangkan yang 250 juta mampu membeli sebagian besar (80%) materi pokok melalui biro sendiri yang sudah ditentukan mereknya.

Tentunya saya yakin bila perjuangan Anda berjalan dengan lancar, dalam waktu 5 tahun akan jauh lebih mahal di banding 250 juta, kenapa? Karena franchisor (pemilik franchise) 50 juta akan menjadi ‘Vampire profit” yang mampu mengatur 80% HPP outlet anda.

Saat mereka sedang butuh uang, berasnya dinaikan, ketika lagi ambil cicilan rumah, harga dagingnya dinaikan. Fokus dari si penjual franchise 50 juta yaitu bukan dari ‘Franchise-nya’ namun dari supply materi pokoknya! Fokusnya menjadi biro materi baku daripada pemilik brand.

Menurut saya ini sangatlah kejam. Bayangkan, berarti dalam bisnis ini profit anda tidak hanya ditentukan oleh customer dan kondisi mikro, namun oleh franchisor tersebut. Biasanya model business mirip ini ada di perjuangan yang bermodel konvensional, yang masih diolah secara pribadi.

Brand image vs Income

Kembali kepada tujuan dari anda sebagai pembeli franchise, apakah keputusan mengambil franchise untuk merk image biar terlihat keren alasannya yaitu mempunyai suatu perjuangan atau murni memang dihitungkan untuk long term dari pendapatan dan trend-nya.

Saat ini untuk menciptakan suatu perjuangan menjadi franchise-able tidaklah begitu susah, cukup dengan pikirkan ilham unik, brandingkan secara bagus, dirikan pilot project di suatu lokasi, promosikan biar rame, dokumentasikan, dan buatlah paket franchise yang cukup terjangkau.

Namun apakah itu semua mampu benar benar menguntungkan? Ya, bagi si penjual franchise. Dalam prakteknya sebelum menjual franchise, pemilik franchise akan menunjukan/menceritakan laporan keuangan yang terjadi.

Misal: omset sehari 10 juta, gross profit 50% nett profit 10%. Namun percayalah, angka-angka tersebut sungguh sangat mampu dibentuk terlihat anggun untuk memikat calon franchisee apalagi bila ada yang menjanjikan ‘pendapatan 20 juta/bulannya’.

Ketauhilah nett profit tidak pernah mampu selalu sama alasannya yaitu gaji, sewa, jumlah customer di setiap kota selalu berbeda-beda. Namanya bisnis selalu ada naik turunnya. Jangan terpikat oleh business franchise yang musiman, (1-2 tahun rame terus merosot pada tahun ketiga), fokuslah pada franchise long term yang tidak ramai alasannya yaitu sedang musimnya.

In Conclusion

Product franchise yang baik niscaya tidak akan gampang begitu saja dijual kepada orang lain, akan ada proses filterasi yang ketat. Owner dari merk akan mempunyai outlet dengan jumlah yang cukup banyak juga, misalnya Mcdonald sentra mempunyai sekitar 30% outlet dari total outlet yang ada.

Product franchise yang menguntungkan niscaya dimiliki banyak juga oleh pemilik merk tersebut (10-40% dari total outlet). Kaprikornus bila owner dari merk franchise tersebut hanya mempunyai kurang dari 10% outlet total, maka perlu di tanyakan apakah investasi ini benar-benar menguntungkan kedua pihak atau hanya satu pihak saja.

Bila mengacu kepada peraturan pemerintah yang mengatur franchise, sebuah perjuangan mampu di-franchise-kan bila sudah terbukti memberi laba dan hal ini memerlukan waktu setidaknya 5 tahun untuk mampu di buktikan secara nyata. Kaprikornus suatu perjuangan yang belum mencapai waktu 5 tahun namun sudah di-franchise-kan bahwasanya yaitu illegal.

Dalam pemilihan product franchise, jangan gampang terpengaruh alasannya yaitu harga paket yang murah, namun coba untuk lebih mendalami apakah dalam 5 tahun kedepan akan merugikan kita atau menguntungkan kita. Ada yang menulis modal investasi 30 juta balik modal 6 bulan dan ada yang menulis modal investasi 250 juta balik modal 12 bulan, kebanyakan pemilih akan menentukan yang modal rendah dan balik modal cepat, namun bila dilihat lagi, 30 juta dalam 6 bulan hanya menunjukkan 5 juta laba sebulan, sedangkan 250jt dalam 12 bulan menunjukkan 20 juta sebulan.

Dalam artikel ini, bukan berarti semua model franchise tidaklah menguntungkan namun bijaklah dalam memilih. Dalam industry MLM-pun ada yang sehat maupun tidak. Ada MLM sehat mirip Herballife, Prudential, dst.. Namun ada juga yang tidak.

Sama halnya dengan franchise, janganlah mengambil suatu franchise alasannya yaitu si penjual franchise menggunakan keinginan Anda untuk menarik Anda, jangan melihat pada harga franchise-nya saja, usahakan tidak menentukan franchise yang hanya demam isu sesaat namun pilihlah franchise yang memang mampu menunjukkan laba dalam jangka waktu yang panjang.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *