5 Cara Jitu Menghadapi Revisi dari Klien

5 Cara Jitu Menghadapi Revisi dari Klien

Harus Ada Kesepakatan di Awal
Mulai kekerabatan dengan klien secara sehat. Pastikan ada janji di awal sehingga kedua belah pihak mampu memahami bagaimana sistem kerja yang berjalan.

Bila perlu, buat kontrak yang mencantumkan secara rinci mengenai hukum kolaborasi dalam proyek yang dikerjakan. Tentukan berapa kali jumlah revisi yang diperbolehkan.

Dengan begitu, klien tidak hingga kebablasan dan menyuruh revisi berkali-kali tanpa henti. Revisi memang harus dibatasi biar klien tidak seenaknya dan Anda pun tidak terlalu tertekan dalam bekerja.

Pastikan Anda Mengerti Keinginan Klien
Jangan menjalin kolaborasi dengan klien hanya sebab duit. Jika Anda tidak mampu mengerjakan proyek dari klien, sebaiknya Anda menolaknya dari awal. Tidak usah memaksakan kolaborasi yang tidak mampu Anda jalankan.

Maka dari itu, pastikan Anda memulai komunikasi dengan klien. Pastikan bentuk kolaborasi antara Anda dengan klien itu mirip apa. Jika sudah jelas, buatlah kesepakatan.

Kemudian, lakukan beberapa pertemuan untuk membahas proyek. Perjelas apa yang diinginkan klien dan kerjakan peran Anda sesuai briefing yang diberikan oleh klien.

Jangan Segan untuk Beradu Argumen
Biasanya, hasil pekerjaan pertama Anda tidak akan pribadi disukai dan klien mungkin akan meminta Anda merevisi. Hal yang masuk akal dan Anda mesti mengikuti kemauan klien.

Namun, jikalau klien sudah berulang kali menyuruh revisi dengan meminta hal yang aneh-aneh, maka jangan segan untuk beradu argumen. Klien juga mesti memahami sudut pandang Anda dan bukan hanya Anda saja yang wajib memahami sudut pandang klien.

Apalagi Anda yang paling menguasai bidang pekerjaan Anda, sedangkan klien tidak sepenuhnya memahami. Untuk itu, jelaskan pada klien kenapa Anda kurang oke dengan seruan mereka biar pikiran klien lebih terbuka.

Gunakan Kata-Kata yang Tepat
Anda perlu berhati-hati dikala akan memberikan bahwa seruan klien itu kurang bagus. Jika Anda memakai kata-kata yang kurang baik, maka klien akan tersinggung dan mengakibatkan konflik yang mampu menghambat kekerabatan kerja sama.

Misalnya, Anda mendesain logo untuk klien yang sama sekali tidak menguasai dunia desain. Pengetahuan klien tentu terbatas, sementara Anda sudah paham betul apa yang Anda kerjakan. Namun, terkadang klien malah menganggap dirinya yang paling tahu mengenai desain. Makanya, Anda akan merasa abnormal dengan seruan revisi dari klien yang tidak sesuai dengan aliran dan kreativitas Anda.

Meski demikian, Anda tetap harus bersabar. Pelan-pelan, jelaskan kepada klien kenapa pandangan baru dari Anda itu yang terbaik. Gunakan kata-kata yang gampang dipahami dan sopan sehingga klien mau mendapatkan masukan dari Anda.

Percaya Diri di Hadapan Klien
Klien akan mewaspadai Anda jikalau Anda terlihat gugup dikala melaksanakan presentasi. Namun, jikalau Anda tampil dengan penuh percaya diri, klien akan terkesan sehingga Anda mampu lebih gampang meyakinkan klien untuk mendapatkan apa yang Anda sampaikan.

Maka dari itu, selalu persiapkan diri sebaik mungkin sebelum melaksanakan rapat dengan klien. Dengan begitu, Anda akan lebih percaya diri dalam mempresentasikan pandangan baru dan hasil pekerjaan Anda.

Sebaliknya, jikalau Anda tidak percaya diri, Anda akan terlihat jelek di mata klien. Reputasi Anda akan turun sehingga klien akan berpikir dua kali untuk melanjutkan kolaborasi dan memakai jasa Anda di kesempatan berikutnya.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *