5 Risiko Bisnis Online yang Dihadapi Penjual

Barang Tidak Sesuai Ekspektasi Pembeli
Pembeli tidak mampu melihat dan menyentuh barangnya langsung. Mereka hanya memperhatikan foto produk yang Anda unggah dan meminta klarifikasi dari Anda mengenai kondisi maupun kualitas produk.

Walaupun Anda sudah menjelaskannya sesuai kenyataan, belum tentu nantinya pembeli akan puas dikala barang diterima. Terkadang, ekspekstasi pembeli juga berlebihan. Akhirnya, mereka kecewa alasannya bentuk aslinya tidak sesuai gambarannya.

Salah Alamat Pengiriman
Kiriman yang salah alamat akan menciptakan barang terlambat hingga ke tangan konsumen. Anda akan jadi repot alasannya harus berkali-kali menghubungi atau mendatangi vendor jasa pengiriman untuk mengurusnya.

Belum lagi konsumen juga niscaya marah, alasannya barang pesanan tidak hingga sesuai perjanjian. Masalah yang terkesan sepele, tapi kerap terjadi kalau Anda sebagai penjual kurang teliti.

Maka dari itu, konfirmasi alamat pembeli sebelum Anda mengirimkan barangnya. Pastikan Anda menulis dengan terang nama, alamat rumahnya, dan juga nomor telepon penerima.

Barang Rusak Saat Pengiriman
Walaupun Anda sudah menunjukkan yang terbaik, nasib jelek terkadang tak mampu disangka. Seperti barang yang rusak dalam perjalanan alasannya kesalahan pihak jasa pengiriman ataupun kesalahan Anda dalam melaksanakan packaging.

Padahal, barang yang Anda kirim masih gres dan bagus, serta tidak cacat sama sekali. Namun, kalau tidak hati-hati, maka terkadang barang mampu rusak dikala pengiriman.

Akibatnya, Anda harus repot untuk meminta ganti rugi kepada perusahaan ekspedisi, atau Anda sendiri yang merugi alasannya harus mengirim ulang pesanan pembeli dengan yang baru.

Ditipu Pembeli
Dalam bisnis online, tidak hanya ada pebisnis abal-abal, tapi juga ada pembeli abal-abal yang suka menipu. Inilah risiko bisnis online yang masih mengintai penjual dan cukup mengkhawatirkan.

Contohnya, pembeli yang menciptakan struk palsu dan mengaku sudah mentransfer, pembeli yang membayar tidak sesuai dengan nominal, dan lain-lain.

Maka dari itu, jangan simpel percaya dengan pembeli untuk mencegah tindakan penipuan. Cek dan ricek setiap transaksi, serta simpan bukti komunikasi antara Anda dengan pembeli.

Pembeli yang Tidak Jelas
Berinteraksi secara online sangat gampang. Jangan heran kalau banyak orang yang cuma bertanya-tanya mengenai produk Anda, tapi tidak pernah membelinya, ataupun mereka yang banyak maunya, tapi ternyata tidak jadi membeli.

Walaupun begitu, Anda tetap harus menyikapi secara positif perilaku konsumen yang tidak jelas. Mungkin saja memang bekerjsama mereka mau membeli, tapi uangnya belum cukup, sehingga gres sebatas bertanya.

Maka dari itu, Anda hanya perlu bersabar dalam melayani setiap pertanyaan calon pembeli Anda yang mungkin rewel dan belum niscaya membeli. Tunjukkan kesan yang baik semoga suatu hari mereka mau menjadi pelanggan bisnis Anda.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *