Hal yang Paling Ditakutkan Para Founder Startup

Kehilangan Co-Founders atau tim inti
Ketika berbisnis, Anda bekerja sama dengan sekumpulan orang bertalenta yang membantu Anda membangun bisnis menjadi sukses. Bagi para founder, tim yang dimiliki ialah tulang punggung suatu perusahaan.

Inilah yang menjadi ketakutan para founder. Jika mereka kehilangan co-founders dan tim inti, mereka harus merekrut orang-orang baru. Hal tersebut merupakan peran yang paling menantang.

Apalagi, tim inti yang dimiliki ketika ini mencoba untuk mengubah visi founder menjadi kenyataan dan tentu saja, tidak ada satu founder pun yang ingin kehilangan aset berharga mereka.

Beragam startups mampu meraup banyak uang, tapi mempunyai tim inti yang solid yaitu bab tersulit.

Keputusan dipengaruhi banyak faktor
Ketika pertama kali menjalani perusahaan, Anda yaitu pembuat keputusan utama. Namun, seiring berjalannya waktu, kekuatan dalam menciptakan keputusan harus terbagi-bagi, entah dengan para investor atau tim inti.

Ini juga merupakan hal yang menciptakan para founder takut. Apalagi, mereka mempunyai visi dan misi sendiri dalam menjalankan usaha.

Nyatanya, menyertakan orang lain dalam menciptakan keputusan tidak semudah yang dibayangkan. Bila tidak disikapi dengan baik, hati-hati berujung pada percekcokan.

Tidak mampu memenuhi ekspektasi konsumen
Bagi setiap bisnis, konsumen yaitu raja. Jika konsumen tidak bahagia dengan pelayanan atau produk yang diterima, itu artinya bisnsi Anda tidak mampu diterima oleh konsumen.

Para founder menyadari, untuk menciptakan bisnis yang dijalani sukses, mereka harus mengerti apa yang diperlukan konsumen. Dengan begitu, para konsumen mampu menerima produk dan jasa yang tepat, yang mampu menciptakan konsumen bahagia dan puas.

Terlalu banyak yang harus dikerjakan dalam waktu singkat
Ketika seorang pebisnis memulai perjalanan usahanya, dia mempunyai sumber daya dan dana terbatas untuk memenuhi visinya. Mulai dari membangun perusahaan sampai memasarkan produknya, mereka harus memakai budget yang terbatas.

Di samping itu, rupanya ada terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan para founder. Sayangnya, waktu yang dimiliki tidaklah banyak.

Pada akhirnya, mereka harus bekerja multi-tasking dan mengerjakan tanggung jawab orang lain dalam waktu bersamaan.

Terlalu cepat puas dan kehilangan kreativitas
Membuat perusahaan sendiri saja sudah susah, apalagi membangunnya dengan passion dan kreativitas? Tentu lebih susah lagi.

Di zaman yang serba cepat dan serba berubah, seringnya para founder tidak mampu menyesuaikan sikap konsumen yang berubah-ubah.

Para founders juga cepat merasa puas dengan apa yang sudah dicapai sehingga mereka cenderung kehilangan kreativitas mereka. Metode yang dipikirkan itu-itu saja, padahal konsumen butuh ide-ide gres nan segar.

Kehadiran kompetitor
Bagi para founder startups, kompetitor yaitu ketakutan terbesar mereka. Kompetisi selalu hadir kapan pun dan sebagai pebisnis perlu berinovasi dan melaksanakan perbaikan terus-menerus untuk memastikan bahwa perjuangan mereka memimpin industri.

Guna menghadapi kompetitor, pebisnis perlu mempersiapkan planning yang baik dan senantiasa hadir dengan ide-ide baru, yang tentunya memang bermanfaat bagi para konsumen.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *